Jumat, 29 Juni 2012



Jika ditanya apa kenangan yang paling berkesan ketika bersama ibu?. Maka aku akan menjawab “ketika aku dilahirkan ke dunia ini”. Namun, bukankah kenangan itu adalah sesuatu yang membekas di ingatan kita. Sedangkan saat peristiwa dilahirkan kita sama sekali tidak bisa mengingatnya karena belum memiliki akal. Tapi, dari cerita seseorang pun bisa menjadi kenangan. Ketika ibu bercerita tentang kelahiranku, fikiranku menerawang jauh ke masa 19 tahun lalu. Saat dimana malaikat menjadi saksi dan mancatat pahala besar seorang wanita yang berjuang untuk nyawa anaknya.  Nafasnya tertatih, rasa sakit terasa begitu menusuk hingga ke persendian tulang, peluh yang terus menaganak sungai, hingga rasa cemas yang tak henti menggeluti fikirannya. “Tuhan, lahirkan anakku dengan selamat”, itulah setoreh do’a dari hatinya. Do’a dan harapan yang selalu terngiang di alam fikiran tanpa memperdulikan apakah nyawanya saat itu tengah berjalan di atas jembatan baja atau hanya sehelai benang.
            Tuhan, jika saat itu aku juga bisa merasakan begitu dahsyatnya rasa sakit yang ibu derita, mungin aku akan mengibarkan bendera putih lebih dulu untuk menyerahkan ruh kehidupan. Namun ibuku tegar, terus berjuang melewati titian maut. Ketika aku berhasil dikeluarkan dari rahimnya yang diiringi buaian air mata, wajahnya begitu berseri dan penuh bahagia. Rasa sakit dan takut yang menggamit fikiran hilang begitu saja ketika melihat aku menangis di sampingnya.
            “Kamu dulu ketika dilahirkan tidak menangis. Ibu sangat khawatir, takut kamu tak bernyawa lagi. Tapi ketika nenek menutupmu dengan daun  talas, kemudian memukul-mukul lantai papan, barulah tangismu terdengar. Saat itu sedang kemarau panjang, tiba-tiba turun hujan lebat seiring dengan suara tangisanmu. Semua orang yang saat itu sedang berada di sawah begitu gembira menyambut datangnya hujan pemberian tuhan yang tak disangka kedatangannya. Maka dari itulah kamu diberi nama Anugrah.”
Itulah sepenggal cerita kenangan dari ibu yang tak pernah terlupakan. Bagiku, tiada kenangan paling indah selain peristiwa kelahiranku. Ibu, kau pahlawanku…!!!


Jiwa Pramuka ~


Setiap hari Sabtu tiba, semua pelajar baik dari jenjang dasar hingga menengah atas  mengenakan seragam yang berwarna cokelat. Sekarang, coba amati atau bayangkan sejenak wujud kita yang tengah memakai seragam cokelat dan dasi merah putih, kemudian renungkan. Ya, perpaduan antara celana atau rok berwarna cokelat tua dengan kemeja yang juga berwarna cokelat muda menunjukkan bahwa diri kita adalah seorang pramuka, seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai pramuka, namun bisakah kita mendeklarasikan bahwa diri kita juga memiliki jiwa pramuka? Bagai pena tak bertinta, seperti itu jualah pramuka yang tak d isertai dengan penghayatan. Pena yang tak bertinta pasti tak akan pernah bisa digunakan untuk menggores kata apalagi sebuah titik. Memakai seragam pramuka dan menggunakan atribut-atributnya yang lengkap hanyalah sebatas pembicaraan fisik semata yang seakan-akan menunjukkan bahwa ‘aku adalah seorang pramuka’, namun hal yang demikian tak bisa dikatakan sebagai manifesto sempurna dalam pramuka.

Sesungguhnya, penghayatan terhadap pramuka merupakan nyawa dari pramuka itu sendiri, karena penghayatan melibatkan batin sebagai driver dalam menunjukkan arah jiwa kita. Penghayatan pramuka disini berarti kita mencoba untuk memahami, mendalami, menelusuri hingga akar segala hal tentang pramuka lebih dalam dengan melibatkan perasaan. Jika hal itu dapat kita lakukan, maka jiwa pramuka akan terwujud dalam diri kita.  Jiwa pramuka yang telah bersemayam dalam diri kita akan memudahkan segala tugas dan kewajiban pramuka yang kita jalani, sehingga jika ada beban pun, akan berubah menjadi tantangan. Dengan memiliki jiwa pramuka lah, kita dapat memacu tumbuhnya motivasi dalam diri kita agar bisa menjadi sosok pramuka yang baik, bermanfaat dan dapat menjadi teladan bagi yang lainnya.

 foto yang dimbil saat kegiatan pramuka  di PGSD Unlam Banjarbaru


mahasiswa putra (semester 2 b) tengah memerankan drama yang temanya diangkat dari dasa darma pramuka.

Lalu, bagaimanakah kita bisa memiliki jiwa pramuka itu? Putarlah kembali gambaran sejarah pramuka di negara kita. Bagaimana peliknya para remaja dan pemuda di tanah air yang  tercinta ini dalam memperjuangkan organisasi kepanduan karena terhalang oleh bangsa penjajah. Dari masa kolonial Belanda, masa penjajahan  Jepang dan berlanjut hingga proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Namun dengan semangat nasionalisme jualah, akhirnya gerakkan pramuka mulai berkembang dan disegani. Dari sini kita dapat mendalami makna akan semangat nasionalisme yang mendasari para pemuda saat itu untuk memperjuangkan gerakkan kepanduan, maka dari itulah rekan-rekanku sekalian, mulai dari sekarang mantapkan tujuan di hati kita dalam menjalani tugas sebagai seorang pramuka. Teruslah menebar benih kecintaan pramuka dalam jiwa kita, jangan pernah letih dan gusar akan segala aral rintangan yang tak pernah absen mewarnai perjalanan kita. Ingatlah wahai rekan-rekanku sekalian bahwa pramuka sejati tercermin dari jiwanya. Maka dari itulah, mulai sekarang mari kita bentangkan layar jiwa pramuka dalam hati dan fikiran ini agar kita semua dapat menjadi insan pramuka yang berhati  mulia, berjiwa baja, dan bertingkah bijaksana.    

Jujur, aku sendiri merupakan salah satu dari sekian mahasiswa yang sering bolos saat kegiatan pramuka di kampusku PGSD UNLAM  Banjarbaru (wahh..wahh, buka kartu nihh :-P), padahal pramuka merupakan eskul yang wajib untuk diikuti. Apakah aku belum menemukan noktah jiwa pramuka yang sesungguhnya dalam diriku? 

Rabu, 13 Juni 2012

A Little Note





Complaint, drabness, and unsatisfied are some dark colours of my self. Sometimes, that colours can chase a way the light colours of my soul. I never know, how it came in and resided in my heart.

If I just let it makes full of holes and spread quickly in my heart and mind, Maybe I will be a monster that can destroy my self,,, what a scare it is !

I face Unclear way, there is no light and cold. It’s like all in a pucker that make me feel a fool... I go astern.

But, look !! there is a beautiful light. But it isn’t starlight or moonlight.
It’s a wonderful light that can make us impressed.  

When I try to come a near it, I have just realized that it’s God light,, The light that can make all life to be prosperous and peace...
I bow over it,,

Am I suitable to get it because there are so much dark colours of me???
God,, can I??? Please answer me!!!

I am so dirty with all life dusts.. I am lower than an ant high.
But wait,,
I hear something of You, God. You say that if I return to the fold, correcting my mistakes and never repeat it again, You will forgive me.
It’s like an extraordinary statement for me,,,

You are Almighty, You Are The one,,You Are All Forgiving,,
Without any disafection and resentment, You forgive me.
Thanks God,,
I am proud to be Your slave,,
Allahuakbar !!!