I Love You
because of Allah
I don’t hope to make a relationship with you
The relationship was called by boyfriend-girlfriend
I have a dream to be together with you forever
We will pursue a life of violent world together
I have a holly plan, when I have been success of
reaching dream and making my parents happy
And If God make a plan for us to be together,
I will make our relationship to be rightfull of
marriage
Effort and pray are my love forms to you
If you love another person, it’s your right
If you are live with person who you
love, it’s your fate.
Maybe my fate is only love you as long as my soul in
my body,
But it can’t be possessed of you.
Dengan menyebut nama kekasih hatiku yang paling
mulia di atas segalanya, satu-satunya Zat Maha Agung yang mampu membolak-balikkan warna rasa di hati.
Ingin ku lantunkan rangkaian kata yang penuh dengan pujian terhadap nikmat Nya yang
tiada tara. Sebuah anugerah terindah dalam bentuk perasaan fitrah yang dapat
dihirup oleh semua makhluk ciptaan Nya, dia adalah cinta. Ya, cinta. Sebuah kata
yang pendek dilihat dan singkat diucapkan, namun terdapat beribu-ribu makna
yang melambangkan kesejatian dan kesungguhan di dalamnya. Jika aku ditanya
kepada siapa aku jatuh cinta sekarang? Sesungguhnya itu bukanlah pertanyaan
yang tepat untuk diberikan . namun jika ada pertanyaan kenapa aku mencintainya?
Maka dengan lantang aku akan menjawab bahwa aku mencintainya karena Allah SWT,
Zat Pemberi Cinta. Karena sesungguhnya cinta sejati itu adalah cinta kepada
yang mempunyai cinta.
Cintaku tidaklah seperti Hitler yang memaksa dan
menghukum segala hal yang tak sesuai dengan keinginannya. Cintaku tidaklah
harus dirajut dengan sebuah hubungan mengikat namun tak halal di mata Nya,
karena aku tak mau cintaku menjadi hamba sahaya dari nafsu belaka.
Biji-biji cinta tak dapat tumbuh tanpa adanya tanah mimpi dan pupuk harapan. Bukanlah sebuah
sabda yang salah jika kita memiliki keinginan untuk masa depan kehidupan cinta
kita kelak. Begitu pula diriku, yang tak pernah berhenti mengukirkan angan di
atas kanvas doa dan usaha. Setelah aku berhasil meniti jembatan kesuksesan dan
memberikan kendi kebahagiaan kepada kedua orang tuaku, aku ingin membuat istana
cinta bersamamu dalam surga dunia. Tentunya semua itu bisa aku dapatkan setelah
ikrar suci ini berpaut pada tiang yang telah diridhoi-Nya.
Tapi, mungkinkah itu semua terwujud? Mungkinkah aku
dapat merasakan bentuk nyata dari harapan dan mimpi cintaku yang tulus? Kembali hati ini terpaku, fikiranku seakan
merubah halauan. Bagaimana jika kelak takdir ini tak mengiyakan anganku? Bagaimana
jika dirinya mencintai dan hidup bersama insan yang lain? Ahh, pertanyaan-pertanyaan
itu seakan menjadi pedang sejengkal namun mampu mengiris perasaanku hingga
terputus.
Tapi, nurani ini seakan berkilah. Jika memang dia
mencintai orang lain, itu adalah haknya. Jika dia hidup bersama orang lain , itu adalah takdirnya. Ya, kini mata
kesadaranku mulai terbuka. Aku hanyalah seonggok ciptaan lemah, yang jahil akan segala rahasia Tuhan yang sudah
tergoreskan. Adalah hal yang buruk, sungguh sangat buruk, jika aku harus
menikam bayangan –bayangan yang belum jelas adanya dengan sikap suuzanku.
Ini semua hanyalah sebuah rangkaian kata yang kuciptakan
dari rembesan cairan hati. Sebentuk ungkapan rasa yang masih aku penjarakan
dalam palung jiwa.
"Dan di antara tanda-tamda (kebesaran)-Nya ialah Dia
menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung
tentram kepadanya. Dan dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.
Sungguh pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi
kaum yang berfikir." (Ar -Rum [30]: 21)
Written by AMS
Teruntuk saudara-saudaraku disana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar