Senin, 31 Oktober 2011

PUTIH OR HITAM GA MASALAH…!!!


Di sore hari  yang tak terlalu panas, duduk dua orang gadis di bawah pohon mangga yang naung dan rindang. Salah seorang gadis memakai jilbab dan satunya lagi tidak. Mereka berdua terlihat larut dalam perbicangan.
“Hmm..kayanya ada yang berubah dari penampilan kamu”, ucap gadis berjilbab sambil mengamati wajah sohibnya.
“Berubah apanya?”, Tanya gadis yang rambutnya terurai disertai senyum malu-malu.
“ Kamu putihan ya sekarang, keliatan beda gitu. Tapi , maaf ya ..seingat ku waktu di foto dulu rasanya kulit mu tak seputih ini. Ada rahasia apa di balik kulit indah mu?? hehe” kata gadis berjilbab seraya tertawa kecil.
“Ahh, kamu bisa aja. Masa sih berubah?” Tanya gadis berambut terurai kembali.
“Iyya beneran,,,, hayoooo…ada rahasia apaan tuhh??”, goda gadis berjilbab.
“Memang yang kamu katakan benar. Tapi ga semua dari diriku koq yang berubah, cuman kuilt aku aja. Sebenarnya aku menggunakan kosmetik pemutih kulit selama beberapa bulan ini. Dan kosmetik itu ternyata cocok dengan ku, ya ..hasilnya gini deh ..hehehe”, jelas wanita berambut terurai diiringi tawanya yang agak cekikikan.
“Oh, begitu too??,,Tapi kenapa mesti ngemutihin kulit segala sih?”Tanya gadis berjilbab, , penasaran.
“Emmm…pengen keliatan lebih Pede aja. Lagian kalo kulit putih kelihatan lebih bersih. Di era modern ini penampilan tuh penting banget. Liat aja artis-artis yang lagi heboh-hebohnya sama opreasi pelastik. Jarang banget kan ada artis yang kaga putih kulitnya.”
* * *

Nah,,itulah tadi sepenggal cerpen yang ku buat. Pada tau semua kan apa yang jadi pokok pembahasan dalam percakapan dua gadis itu???.  Jawabannya adalah kulit, tepatnya lagi warna kulit. Si gadis berambut terurai tertarik merubah warna kulitnya dengan menggunakan kosmetik pemutih, biar keliatan lebih kinclong plus enak di pandang gitu. Mungkin sebagian dari sobat-sobat muslim ada yang ga pede  sama warna kulitnya, bahakan ada yang mpe rela ngebolongin isi dompet cumin buat beli kosmetik pemutih dengan berbagai merk dari alif,ba,ta sampai ya..(jiahhh,,kaya belajar Iqra aja,,hehe)
Oke sobat-sobat muslim ku yang caem and ngegemesin (nah lho..hyhy). Kali ini aku bakal ngebahas  tentang perbedaan warna kulit menurut pandangan agama tercinta kita, Islam. Kebetulan sumbernya aku ambil dari sebuah buku yang dikarang oleh seseorang yang jempolll deh (syukran buat pengarang bukunya, inspiratif !!!)
Hal pertama yang dibahas dalam buku itu adalah mengenai mengenai ketakwaan , Allah swt. berifrman:
“Wahai manusia ! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu salimg mengenal. Sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti” (al-Hujurat:13 )
Di sini, Allah swt. tidak menetapkan bahwa orang yang paling mulia adalah dari warna kulit atau bangsa tertentu, tapi dari ketakwaannya kepada Allah swt. Rasulullah pada Haji Wada juga mengatakan :
“Manusia berasal dari Adam, sedangkan Adam dari tanah. Tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang Ajam(non Arab), tidak pula bagi orang kulit putih atas kulit hitam, kecuali dengan takwa” (HR Sa’ad dari Abu Hurairah )
Ada salah satu cerita menarik yang juga membahas tentang warna kulit dalam sejarah Islam. Ketika kaum muslimin menaklukkan Mesir dan berhasil menerobos jauh ke dalam hingga berhenti di depan Benteng Babilonia , Mukaukis ingin berunding dengan kaum muslimin. Maka ia mengirimkan utusan kepada mereka untuk mengetahui apa yang mereka kehendaki. Kemudian ia meminta mereka untuk mengirimkan utusan juga kepadannya. Maka dikirimkanlah oleh Amir bin Ash sepuluh orang, diantaranya Ubadah bin Shamit. Ubadah adalah orang yang berkulit hitam legam dan sangat tinggi. Amir menyuruh Ubadah agar memimpin pembicaraan.
Ketika kesepuluh kaum muslimin itu menjumpai Mukaukis, Ubadah mendahului mereka dan berada paling depan sehingga Mukaukis merasa ngeri oleh kehitamannya. Mukaukis pun berkata kepada mereka , “Jauhkan si hiatm ini dariku dan ajukan yang lainnya untuk berbicara dengan ku!”
Namun anggota utusan semua muslimin berkata, “Orang yang hitam ini adalah orang yang paling utama pendapat dan ilmunya di antara kami. Ia pimpinan kami, orang terbaik di antara kami dan pemuka kami. Kami semua hanya mengikuti kata-kata dan pendapatnya. Pemimpin besar kami menyuruh dia menjadi pimpinan kami serta menyuruh kami agar tak melanggar perkataan dan pendapatnya.”
Mukaukis kemudian berkata kepada mereka , “Bagaimana sampai kalian rela orang hitam ini menjadi orang yang utama di antara kalian padahal seharusnya ia berada di bawah kalian?”
Mendengar pertanyaan itu, delegasi kaum muslimin serentak menjawab, “Tidak! Sesekali tidak! Meskipun ia hitam seperti yang kamu lihat,tapi ia tetap yang paling utama kedudukannya dan yang paling utana juga akal dan pendapatnya. Kehitaman kulit bagi kami tidak menjadi soal.”
Mukaukis akhirnya berkata kepada Ubadah, “Majulah wahai orang hitam, dan berbicaralah dengan lembut. Aku sangat ngeri terhadap kehitaman kulitmu. Jika perkataanmu keras, maka semakin ngeri aku kepadamu.”
Ubadah telah melihat ketakutan Mukaukis akan kehitamannya, lalu ia berkata,”Sebenarnya dalam pasukan kami ada seribu orang hitam yang lebih hitam daripada ku.”
Nah, itu tadi sedikit cerita mengenai Ubadah dan Mukaukis, ada lagi cerita lain dari Nabi Muhammad saw. Ketika suatu saat Nabi sedang duduk dengan salah seorang sahabatnya, ada seorang yang tampan melintas di  depan mereka. Nabi bertanya kepada sahabatnya, “Bagaimana pendapatmu tentang orang itu ?” Kemudian sahabat itu menjawab “Ya Rasulullah, dia termasuk golongan yang mulia. Orang seperti itu kalau meminang siapa saja pasti diterima, kalu meminta tolong pasti ditolong,” Nabi pun diam saja. Tidak lama kemudian, seorang hitam dan berwajah jelek melintas di depan mereka. ”Bagaimana kalau orang ini?” Tanya Nabi kembali. “Wah. Kalau yang ini sudah kelihatan dari golongan miskin. Orang seperti dia kalau meminang tidak akan ada yang mau menerimnya. Kalau minta bantuan, akan sulit mendapatkannya. Kalau berbicara tidak ada orang yang mau mendengar.”
Mendengar komentar sahabatnya tadi, Nabi lalu berucap “Orang kedua ini lebih baik dari seisi bumi, dibandingkan dengan orang yang pertama tadi.” Maksud dari jawaban Nabi ini adalah jangan tertipu oleh penampilan fisik. Seperti kata pepatah: Beauty is not in the face, beauty is a light in the heart (kecantikan bukan pada wajah, melainkan cahaya dari dalam hati) atau pepatah lainnya Don’t judge a book by the cover (jangan menilai seseorang dari penampilannya saja). Rasulullah saw. pun  menegaskan .
“Allah tidak melihat kepada bentukmu dan penampilanmu, tapi Allah melihat kepada amal dan hatimu.” (HR Muslim)
Luar biasa banget kan cerita-cerita di atas. Jelas banget terlihat di sana kalo Islam tuh ga ngebeda-bedain. Dari Bilal bin Rabah yang kulitnya hitam, Amr Ibnu Jamuh yang kakinya pincang, atau Abdullah bin Mas’ud yang kakinya kecil tetap menjadi sahabat Nabi yang terbaik dan dihargai Islam. So …DILARANG KERAS GA PEDE MA DIRI SENDIRI !!! Coba deh kalian bayangin gimana bentuk fisik nya Ubadah yang kulitnya hitam plus legam and wajahnya juga mengerikan mampu menjadi pemimpin sekelompok kaum muslimin.Itu semua karena kepandaian dan kepercayaan dirinya. Kita mestinya bersyukur sama yang udah Allah berikan ma kita. Dari warna kulit, bentuk rambut, tinggi pendek badan, mancung pesek hidung and masih banyak lagi. Kita mesti bangga jadi muslim ‘coz punya ajaran agama yang Perfecto, ga pernah ngebeda-bedain umatnya. Poko e Islam is the best !!!  (n_n)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar