Hening malam sunyi tak bernada. Duduk seorang wanita di sudut redupnya cahaya bulan. Tertunduk dengan hati yang rapuh tak tersangga. Butiran –butiran kristal bening dari hatinya mengalir menuju sisi matanya yang sembab. Dinginnya malam dan rasa kantuk tak mampu kalahkan keinginan hatinya untuk betah berlama-lama duduk dalam diam. Waktu terus berputar, namun dia masih tertunduk lesu dalam buaian nestapa tak berkesudahan.
Hening malam sunyi tak bernada. Namun seru deru suara dalam hatinya terus bergejolak, tak pernah tenang. Membuatnya merasa terkurung dalam jeruji besi berlapis baja dan berduri. Hati dan pikirannya bergejolak mendengar kalimat beracun dari mulut-mulut disekelilingnya. Dia jatuh, dan semakin jatuh ke dalam, jauh ke tempat gelap tak beradasar.
Hening malam sunyi tak bernada. Dunia menertawakannya. Mengarahkan jari-jari telunjuk mereka ke arah wajahnya yang semakin kusut. Dunia yang congkak berkata, “ Hei wanita jalang!!! Rasakan tipu daya kami. Kubangan lumpur memang tempat yang pantas untuk mu.” Dunia yang berperangai buruk pun ikut menyahut, “ Sepandai-pandainya dirimu, jika tak hati-hati pasti ‘kan terbuai dengan kefanaan kami”. Gelak tawa mereka membuat wanita itu ingin menutup seluruh pendengarannya . Namun tak bisa, tak ada gunanya. Semakin dia menutup telinga, semakin tajam cercaan-ceracaan yang menusuk jantung, mengunci saraf, dan mematikan hati.
Hening malam sunyi tak bernada. Masih dalam haru biru penderitaan. Wanita itu merintih pelan dengan suara datar,“Andai waktu bisa diputar, andai detik,jam, hari, bulan dan tahun bisa diulang. ‘kan kuciptakn cahaya, walupun hanya secercah. Takkan ku biarkan benda apapun memadamkan cahaya itu. Ku bersumpah seumur hidup, kan ku jaga cahaya itu hingga jiwa ini lepas dari jasadnya. Namun kini cahaya yang berharga itu telah sirna karena kecerobohan ku sendiri. Aku terbenam jauh dalam kegelapan. Tak ada lagi pemandangan indah dari gemerlap cahaya nan suci. Yang ada hanyalah pandangan hitam pekat yang menyakitkan. Oh, andai bisa kudapatkan cahaya itu kembali.”
Di tulis oleh Anugrah Mitria Sari
Terinspirasi setelah membaca buku “ MasyaAllah Remaja”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar