Wahai imam ku, imam cintaku
Dikala matahari menyusup di kaki langit barat
Dikala lantunan adzan menggema dengan syahdunya
Kau datang dengan cahaya hatimu
Menuntun tangan ku, membimbing hatiku
Menegakkan niat dalam rukuk dan sujud pada Illahi
Memautkan hati pada Zat Yang Kekal dan Abadi
Wahai imam ku, imam cintaku
Tak pernah kau katakan iya dikala ku salah
Tak pernah kau katakan tidak dikala ku benar
Untaian kata bermakna dari mulutmu bagaikan obor bagiku
Yang mampu memberikan cahaya di pekatnya hitam malam
Hangatnya tutur kata dan budimu
Luluhkan jiwaku yang beku dan lumpuhkan rasa dingin di hatiku
Wahai imam ku, imam cintaku
Setiap hari kau goreskan tinta-tinta cinta
Tanpa jenuh kau rangkai tulisan-tulisan itu
Membuatku merasa terpacu kalahkan waktu
Berikan ku secercah semangat tanpa ragu
‘Tuk hadapi hari-hari yang bermula tanpa pasti
Wahai Imam ku, imam cintaku
Tuntunlah hatiku di jalan cinta-Nya
Jangan sampai ku terjerat oleh tali-tali musuh-Nya
Satukanlah irama di hatimu dengan nada di hatiku
‘Tuk ciptakan melodi yang ‘kan kita nyanyikan nanti
Di atas megahnya mahligai cinta yang suci dan diridhoi Illahi
Demi tercapainya tujuan abadi dan cinta hakiki
Martapura, 29 Oktober 2011
Tertulis di kala senja menghiasi jagad raya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar