Senin, 31 Oktober 2011




Bicara masalah pergaulan bebas kayaknya ga ada habisnya. Ibarat kayak kuku yang dipotong pasti bakalan tumbuh lagi. Siapa lagi yang bisa jadi sasaran empuknya kalau bukan para remaja. Kalau di west world, PeRas alias pergaulan bebas menjadi hal yang wajar bahkan menjadi tren. Parahnya lagi virus yang mematikan akhlak ini mulai menjangkiti bangsa timur, termasuk tanah air kita yang mayoritas remajanya muslim. Nah loh, gimana coba kalau moral ikhwan dan akhwat kita jadi ikut-ikutan kaya gaya barat? Kacau kan jadinya…
Di bawah ini ada beberapa hal mengenai pergaulan bebas yang saya kutip dari buku-buku islami dengan sedikit pengeditan. Mudah-mudahan kita semua, terutama saya sendiri dapat mengambil pelajaran dari bacaan di bawah ini. Selamat membaca,,!!! Salam ukhuwah (n_n)

SAY NO PADA PERGAULAN BEBAS !!!
Ada dua macam pergaualan bebas yang di anggap remeh oleh kebanyakan kaum muslimin. Berikut akan dijelaskan bahwa keduanya sangat berperan dalam kehancuran eksistensi masyarakat islam.
Pertama : Pergaulan Bebas dalam Dunia Belajar
            Pada awalnya melakukan kerja kelompok, tetapi ketika murid dan guru yang hadir tidak banyak, maka mereka menjadi gemar melakukan belajar bersama. Sebagaimana alasan mereka yang memiliki gagasan untuk kebiasaan negatif ini. Di antara dampak negatif yang ditimbulkan karena belajar bersama adalah pengalaman yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, dimana anak-anak pura-pura belajar bersama, padahal bersenda gurau dengan lawan jenisnya. Hal ini bisa merusak moral dan motivasi belajar. Waktu yang disediakan tidak mereka gunakan untuk belajar dengan sebaik-baiknya.
            Dan ketika kita bisa mencegah berlakunya tradisi semacam itu di berbagai lembaga pendidikan yang terdapat di negeri kita, berarti kita telah memulai satu langkah kemajuan. Namun demikian, hal ini tidak berarti bahwa selamanya kita melarang perempuan untuk mengembangkan kemampuan intelektualnya, karena pada dasarnya belajar atau pengembangan kemampuan intelektual adalah hak bagi perempuan, sebagaimana hak bagi laki-laki. Akan tetapi, kesamaan hak dalam mengembangkan pola fikir ini harus sesuai dengan batasan-batasan syariat yang luhur.
            Pemikiran ringkas yang telah disampaikan ini diharapkan agar bisa terealisasikan. Sudah saatnya umat islam menghentikan budaya taqlid  atau mengikuti pola pikir barat yang hanya menghancurkan pilar-pilar masyarakat muslim.
            Kita harus berani melarang secara tegas budaya pergaulan bebas dalam belajar. Ini kita lakukan karena mematuhi perintah Allah Swt. Dan demi menjaga moralitas anak-anak kita, serta demi upaya untuk memperkaya ilmu pengetahuan bagi mereka.

Kedua: Pergaulan Bebas dalam Lingkungan Kerja
            Hal ini banyak terjadi di kalangan umat islam, laki-laki dan perempuan. Kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa pergaulan bebas di lingkungan kerja bukanlah hal yang  dihalalkan. Mereka tidak merasa berdosa atas perbuatan yang telah mereka lakukan. Ketika mereka menemukan kekuatan yang bisa menghalangi terjadinya kebiasaan buruk ini atau pengaruh yang bisa mencegah tindakannya yang sesat, mereka tidak bergeming sedikit pun sehingga lambat laun mereka menganggap bahwa pergaulan yang seperti itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
            Di zaman ini, perempuan hampir mendominasi dunia kerja menyaingi posisi pria. Akan tetapi, pekerjaan perempuan harus selaras dengan niai-nilai ajaran islam, di antaranya adalah : tidak bercampur dan tidak berada dalam suatu ruangan kerja dengan laki-laki lain. Karena, jika tidak mematuhi batasan-batasan ini, maka pekerjaan perempuan bisa menyebabkan terjadinya fitnah. Dan, selain itu juga hendaknya pekerjaan perempuan tidak mengaharuskan untuk berdialog dengan laki-laki atau pun harus berkata lemah lembut kepada mereka meskipun dengan alasan supaya urusan pekerjaannya bisa diselesaikan dengan baik. Dan yang terakhir adalah pada saat bekerja perempuan harus mengenakan jilbab dan menjaga kehormatan dirinya.
            Ada beberapa jenis profesi tetentu yang sesuai dengan fitrah kaum perempuan, seperti mengajar, perawat, bidan , ataupun dokter (khusus bagi kaum perempuan). Prtofesi perempuan seperti itu tidak hanya akan mendatangkan segi positif bagi dirinya saja, melainkan juga memberikan manfaat bagi kemaslahatan seluruh bangsa. Jika demikian, maka pada dasarnya syariat tidak melarang perempuan untuk  bekerja di luar rumahnya. Hanya saja dia harus tetap mematuhi norma-norma ajaran islam dan menjaga ketetapan hukum Allah Swt.
            Perumpaan bagi kaum muslimin yang menganggap remeh efek berkhalwat dan pergaulan bebas yang penuh dengan dosa, dengan dalih bahwa mereka hanya ingin memenuhi tuntutan zaman dan memelihara moralitas, adalah sebagaimana kaum yang meletakkan bubuk mesiu di samping api yang berkobar. Mereka mengira hal itu tidak akan menimbulkan percikan api karena bubuk mesiu itu tidak tahan menghadapi api yang berkobar dan menyala. Ini merupakan imajinasi yang terlalu melambung tinggi, jauh dari realitas, bertentangan dengan fenomena alamiah dan prinsip-prinsip kehidupan manusia.
            Dengan demikian, maka gugurlah asumsi yang mengatakan bahwa pergaulan bebas bisa meminimalkan nafsu seksual, bisa melatih kekuatan naluri, dan bisa menyembuhkan penyakit kelainan sesual serta bisa meredam kerusakan moral. Hal yang paling aneh sekaligus mengherankan adalah mereka yang mengadopsi budaya hidup orang barat, namun tak mampu melepaskan dirinya dari pengaruh budaya, prinsip hidup, serta pengetahuan bangsa barat. Padahal, mereka berusaha menanggulangi persoalan dekadensi moral dan berupaya mengahalangi bangsanya untuk berkiblat pada budaya barat, karena orang-orang barat tidak bisa memahami hakikat permasalahan yang sedang mereka hadapi kecuali setelah dilanda malapetaka yang menyedihkan dan kerugian berkepanjangan.
             Di bawah ini ada beberapa hal yang harus diterapakan baik oleh laki-laki maupun perempuan dalam menghindari fitnah akibat pergaulan bebas.
1.      Islam memerintahkan agar manusia menahan padangan matanya. Allah Swt. Berfirman :
”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS. An Nuur : 30-31)


2.      Islam mengahramkan ber-khalwat antara laki-laki dan perempuan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya rasulullah Saw. bersabda:

Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat dengan perempuan kecuali disertai mahramnya” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Diriwayatkan pula dari Uqah bin Amir bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Janganlah kalian memasuki (kamar) perempuan”. Lalu seorang laki-laki Anshar bertanya :”Apa yang dimaksud dengan Al-Hamwu?” Rasululah Saw. pun menjawab :”al-Hamwu adalah kematian” (HR. Bukhari dan Muslim)  

3.      Pelajaran yang diberikan oleh Allah Swt. kepada istri-istri Nabi Muhammad Saw. dan batasan-batasan yang ditetapkan dalam berhubungan dengan laki-laki lain merupakan nasihat yang indah dan pelajaran berharga. Hal tersebut tercantum dalam ayat di bawah ini:

Allah Swt. berfirman:
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.”(QS. Al – Ahzab : 32-34)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar